Berdasarkan kontrak baru tersebut, Perseroan akan melakukan pengupasan sekitar 252 juta bcm lapisan tanah penutup serta memproduksi sekitar 50 juta ton batubara untuk Arutmin selama masa operasi tambang, yang efektif dimulai pada Januari 2026. Sebelumnya, Perseroan menangani rata-rata pengupasan 17,3 juta bcm lapisan tanah penutup dan memproduksi 3,8 juta ton batubara per tahun di proyek Asam-Asam. Sementara itu, di proyek Kintap, Perseroan melakukan pengupasan sekitar 25,3 juta bcm dan memproduksi 3,8 juta ton batubara.
“Perpanjangan kontrak ini memberikan kepastian operasional jangka panjang bagi Darma Henwa dan Arutmin, yang berdampak positif pada kinerja kami. Ini mencerminkan kepercayaan Arutmin pada kemampuan dan kapasitas penambangan kami serta kepatuhan terhadap Praktik Penambangan yang Baik (Good Mining Practice). Kami tetap berkomitmen untuk menjaga keunggulan operasional dengan target zero-fatality,” ujar Bapak Ricardo Silaen, Direktur PT Darma Henwa Tbk.
Perseroan kini telah melalui fase “rewriting the future”, yakni tahap penting yang menandai titik balik (turnaround) dari kondisi menantang menuju profitabilitas dalam waktu relatif singkat. Pencapaian ini menjadi fondasi bagi Perseroan memasuki fase selanjutnya, yaitu “reshaping the future”, dengan fokus pada ekspansi bisnis yang progresif, efisien, dan terdigitalisasi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perseroan berkomitmen memperkuat daya saing melalui ekspansi bisnis yang berkelanjutan dengan pemanfaatan digitalisasi, penerapan good mining practices secara konsisten di seluruh kegiatan operasional, serta untuk pengembangan ”baru”, Perseroan mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai penggerak utama operasional penambangan di masa depan.
